Showing posts with label Anies Baswedan. Show all posts
Showing posts with label Anies Baswedan. Show all posts

Wednesday, April 3, 2013

[Mozaik #1] "Cinta Lama" yang selalu bersemi

Tidak terasa 5 tahun sudah aku berpaling mata, aku bermain dan bekerja di dunia lain. Hanya kata profesional yang telah mengikatkan kaki ku untuk tetap bertahan. Aku tetap diriku yang selalu mencoba enjoy dalam setiap tugas dan pekerjaan.

Aku hanyalah segelintir dari kaum S.Pd yang keluar dari zona pekerjaannya. Aku bukan kacang yang lupa pada kulitnya, Aku hanya kacang yang siap diolah jadi apapun baik kacang sukro, kacang telur, kacang madu atau yang lain.. Aku bukan pengkhianat, Aku hanya mencoba jadi pemberani.. Aku bukan murthad, Aku hanya mangkaji kehidupan dari sisi lain.

Apapun yang terjadi "Cinta Lama" itu akan selalu bersemi. Aku tak bisa lepas dari rasa cintaku itu. Cinta yang telah menumbuhkan kepercayaan diri, Cinta yang telah mengangkat derajatku, Cinta yang telah menambah keimananku.

Sastra, Pendidikan, dan Sains, 3 hal yang menggairahkanku. Aku percaya puncak kenikmatan itu seperti anak tangga, setiap tahapnya memberikan  sensasi kenikmatan. Aku masih ingat betul ketika Alloh SWT memposisikan aku pada tiap anak tangga. 

Surat dari Bapak Anies Baswedan dan semangat dari rekan-rekan Kelas Inspirasi (Indonesia Mengajar) seakan menyulut ku hingga titik bakar, aku sangat terbakar semangat. Meski ini hanya langkah kecil yang ku lakukan tapi aku anggap ini pemikiran besar akan sebuah gerakan yang akan terus menginspirasi para siswa, dan akan menyulut para profesional lain untuk terlibat langsung untuk kemajuan pendidikan Indonesia. 

"Cinta Lama" ini akan selalu bersemi... "Lama" itu mungkin akan berarti "Abadi". Energi yang aku miliki ini entah akan terkonversi menjadi apa? Waktu yang akan mengurutkan mozaik-mozaikku. Satu yang pasti bahwa Aku akan selalu memelihara Energi ini dan siap menyalurkannya. Ini "Cinta" !!!

*******
Bersambung...

Tuesday, February 26, 2013

Kelas Inspirasi SD Coblong








 









Foto-foto di atas adalah tentang bagaimana kekuatan "Gerakan" manusia yang secara sukarela dari berbagai profesi dan usia, tanpa pernah saling mengenal bersatu untuk bekerjasama dalam Gerakan yang sama. Sama seperti para pejuang kemerdekaan kita dulu, berjuang demi satu kata "Merdeka".

Pengorbanan mereka memang tak seperti para pahlawan,,, tapi kita harus mengapresiasi atas perjuangan mereka..


Para Inspirator !!!

Hari Rabu tanggal 20 Februari 2013, akan menjadi hari penuh sejarah bagi 599 orang Profesional dari berbagai bidang, Mereka dengan sukarela hadir ke Sekolah Dasar di berbagai Kota, dengan satu tujuan yang sama yaitu "Memberi INSPIRASI!".

Di SDN Coblong pun menjadi saksi semangat mereka,,, Siswa-siswa yang terenyuh akan kehadiran mereka memberi warna tersendiri dalam hati sanubarinya... Memberikan kesadaran bahwa setiap kita harus punya Cita-Cita... Seorang bijak berkata "Manusia Tanpa Cita-Cita Bagai Burung Tanpa Sayap" Maka bercita-citalah biar engkau bisa terbang mengarungi dunia...










Berikut para Inspirator yang menumbuhkan sayap itu :



















Wednesday, February 20, 2013

Surat dari Anies Baswedan

Yth. Cahyo Puji Asmoro

di tempat

Saya menulis surat ini untuk menegaskan apresiasi kita semua atas kesediaan Anda menjadi sumber inspirasi besok.

Saat briefing beberapa waktu yang lalu, kita bertemu dengan begitu banyak teman baru. Besok, saat Anda mendatangi sekolah, boleh jadi Anda merasa belum kenal dekat teman-teman yang bertugas bersama di sekolah itu. Tapi saya yakin bahwa sesungguhnya kita semua sudah sangat saling kenal. Anda dan teman-teman semua yang hadir di SD itu adalah anak-anak negeri yang di hatinya mengakar rasa cinta yg luar biasa kepada Indonesia kita.

Anda menyatakan siap ambil cuti, mau jadi guru sehari. Anda siap untuk repot-repot karena cintanya kepada bangsa ini.

Profesi bisa lain, sektor boleh beda tapi cinta kita kepada bangsa ini sama-sama dalam, tulus dan sepenuh hati. Itulah kesamaan identitas kita semua. Itulah kesamaan para pengajar Kelas Inspirasi ini. Cinta bangsa itulah yang membawa Anda pilih turun tangan, ikut mewarnai masa depan.

Besok Anda akan mengajar. Anda bersiap menyongsong anak-anak SD itu dan mereka pun menanti kedatangan Anda.

Datangi mereka dengan hati dan sepenuh hati. Peragakan cara Anda meraih keberhasilan, tunjukkan bahwa integritas, kompetensi, kerja keras, ketangguhan dan kemandirian adalah resep yang powerful. Izinkan mereka terpana, ajak mereka bermimpi, lepaskan imajinasi itu melangit, biarkan mata mereka berbinar melihat Anda dan mendengar cerita Anda.

Ya, secara fisik Anda cuma beberapa jam di sekolah itu, tetapi inspirasi yang Anda tanamkan bisa hidup amat lama, bisa tumbuh amat kuat. Anda datang dengan hati, dan merekapun akan menerima Anda dengan hati. Kehadiran dengan hati itu sungguh dahsyat efeknya. Anda bisa menginspirasi mereka, yang efeknya amat panjang. Biarkan cerita Anda, wajah Anda, ketulusan Anda dan semangat Anda jadi bagian dari narasi mimpi mereka.

Semoga, suatu saat kelak, mereka jadi seseorang dan bercerita bahwa inspirasinya tumbuh saat Anda, kakak sebangsanya, datang ke sekolahnya. Biarkan mereka menyimpan cerita Anda sebagai bagian dari semangat memenangkan masa depannya.

Anak-anak memang perlu dirangsang untuk menerbangkan mimpinya amat tinggi, lalu lewat kerja keras yang cerdas dan doa yang tulus mereka diajak untuk -bukan cuma meraih mimpi- tapi diajak untuk melampaui mimpinya. Ya, ajaklah mereka untuk melampaui mimpinya... 

Anda -dan para guru di SD itu- akan bisa berkata kepada diri sendiri bahwa Anda bukan bagian dari yang menggerogoti bangsa apalagi merusak tatanan masa depan. Anda dan semua guru SD itu adalah bagian dari yang ikut menanamkan bibit masa depan yang lebih baik. Sekecil apapun bibit yang Anda rasa telah ditanamkan, ia bisa tumbuh amat besar dan melampaui dugaan kita.

Selamat bertugas, selamat menanamkan bibit semangat, selamat menumbuhkan mimpi. Pada anak-anak SD itu ada pantulan wajah masa depan Indonesia kita. Besok Anda akan jadi saksi awal dan jadi pewarna atas potret masa depan negeri kita. Di depan ruang kelas itu, setiap menit, setiap gerak dan setiap tutur Anda adalah pewarna masa depan itu. Warnailah masa depan itu dengan kecemerlangan.

Sekali lagi, selamat menginspirasi dan semoga suatu saat kita bisa berjumpa.

Salam hangat,

Anies Baswedan